SIAPKAH ANDA ?

Tugas Konsultan Keuangan?


Seorang konsultan keuangan adalah yang akan berdiskusi dengan Anda tentang tujuan-tujuan keuangan, lantas membantu Anda merancang cara mencapainya. Dia terlatih untuk membantu mengatasi beragam masalah keuangan dan memaksimalkan aset keuangan.

Dengan mengumpulkan segala informasi relevan dari Anda. Dia akan membantu Anda mengidentifikasi tujuan-tujuan penting dalam hidup. Dia juga menilai aset maupun status keuangan Anda saat ini. Semua informasi itu akan digunakannya untuk merancang strategi keuangan terbaik, yang kemudian dia sarankan pada Anda, supaya tujuan-tujuan itu tercapai. Lingkup kerja konsultan keuangan meliputi perencanaan keuangan, manajemen pajak dan arus kas, perencanaan warisan, serta kebutuhan keuangan lainnya.

Berhubungan dengan konsultan keuangan biasanya tidak cukup sehari dua hari. Anda mungkin butuh bertemu dengannya secara berkala, dalam rentang waktu relatif panjang, mengingat dia harus menilai dan melaporkan status keuangan Anda secara berkala serta, kalau memang dibutuhkan, mengubah strategi dalam rencana keuangan Anda. Tapi, kalau Anda mau, konsultan keuangan bisa juga bekerja mengatasi satu masalah tertentu, seperti menilai dan mengkonsolidasi polis-polis asuransi Anda, atau merencanakan masa depan terbaik dan lebih aman untuk anak-anak Anda.






CASH IS BLOOD !!!

Saat ini banyak pengusaha yang terlalu fokus pada Omset bisnisnya. Pokoknya, apapun cara promosinya, yang penting berdampak pada peningkatan omset. Dalam pikirannya, hanya ada kata Omset, Omset, dan Omset. Ini tidak salah. Tapi jika pikiran Anda hanya terfokus pada Omset, ini bisa jadi masalah.

Begini seharusnya...
1. Setiap Anda mendapatkan Omset, pastikan ada Profitnya.
2. Setiap Anda mendapatkan Profit, pastikan ada Cashnya.

Jadi mulai sekarang, fokuslah pada Cash. Karena Cash adalah darahnya dalam Bisnis. Ingin mendapatkan penjelasan lebih rinci tentang hal tersebut di atas? Silakan Commentar di bawah...


Salam,
Cash Is Blood

SIAPKAN DANA PENDIDIKAN SI BUAH HATI SEJAK DINI

Jika tidak dipersiapkan sejak awal, dana pendidikan masuk sekolah pun bisa mencekik. Dana pendidikan anak tak jarang membuat orang tua kelimpungan. Pasalnya, sudah bukan rahasia lagi bahwa setiap tahunnya dana ini semakin meningkat. Agar tidak terlalu “mencekik” leher, para orang tua sebaiknya menyiapkan dana pendidikan sejak dini, termasuk dana pendidikan mulai dari jenjang terendah, yaitu taman kanak-kanak (TK).

Naiknya biaya pendidikan yang besarnya lebih dari 15% pertahun, kita tidak bisa trial and error dalam mempersiapkan dana pendidikan si buah hati.

Kami mengingatkan untuk memulai berinvestasi dalam mempersiapkan dana pendidikan tersebut, 

Akhirnya para orang tua paham bahwa dana pendidikan merupakan kebutuhan penting, Namun karena sifatnya yang tidak mendesak maka banyak orang tua yang tidak segera untuk mempersiapkan dana pendidikan tersebut.

Jarang sekali ada perusahaan yang memberikan kenaikan penghasilan diatas 20% per tahun.

“Sesungguhnya Dana Pendidikan Anak sangatlah murah dan tidak mahal jika Anda memulainya jauh-jauh hari”

Betullll......?

Itu mengapa bagi keluarga-keluarga yang suka menunda untuk merencanakan dana pendidikan akan selalu merasa kesulitan untuk menyisihkan, karena rata-rata kenaikan (akibat penundaan) yang disisihkan diatas 30% sedangkan kenaikan penghasilan tidak lebih dari 20% per tahun.

APA YANG DI LAKUKAN SEBELUM USIA 30?

1. Sudah Mandiri akan keuangan (Financial) 

Siapapun anda, percayalah Usia 20an sangat menentukan jalan hidup seseorang.  Ada beberapa kaum muda yang sudah punya penghasilan sendiri ataupun usaha sendiri. Jika Anda saat ini Anda sudah memiliki penghasilan karena bekerja, sudah saatnya berencana untuk memiliki penghasilan tanpa harus bekerja, hal ini yang disebut dengan pasif income. Pasif income sangat berguna untuk masa pensiun Anda. Bagaimana tentang membuat pasif Income nantikan distulisan berikutnnya J
2. Good Money Habbit
Dapat mengelola Keuangan dengan baik, memenuhi kebutuhan dan keinginannya sendiri. misal untuk membeli kendaraan, jalan-jalan, hobi ataupun liburan. Saya termasuk orang yang sangat menyesal karena waktu pertama kali saya bekerja dan memiliki penghasilan rutin, belum banyak guideline ataupun panduan bagaimana mengelola penghasilan dengan benar dan terarah. Ternyata bukan saja cara mencari nafkah saja yang penting, namun cara bagaimana membelanjakannya juga SANGAT PENTING.
Mengapa mengelola keuangan yang benar dan terarah menjadi sangat penting
Yaa, jelas sangat penting. Bagi saya, saya ingin dari penghasilan yang saya terima saat ini, masih bisa menikmati hidup tanpa harus khawatir kebutuhan masa depan, seperti : liburan, pembelian properti, dana pendidikan anak, dan dana pensiun.

Salah satu syarat bagaimana mengelola keuangan yang baik adalah cek kesehatan keuangan Anda terlebih dahulu. Financial Chek Up.Cek esehatan keuangan adalah panduan untuk dapat mengelola keuangan agar lebih benar dan terarah. Nantikan di tulisan berikutnya yaa Muehehee..
3. Punya tabungan dan dana darurat sendiri
Pernah gak sih merasa udah kerja sekian lama, bahkan sampai belasan tahun, tapi koq rasanya gak pernah bisa punya tabungan dan deposito yang cukup? Mungkin anda butuh tulisan saya berikutnya.. ditunggunyaa.. 

Nah mumpung masih muda, yuk udah mulai menabung, inget ya prinsip menabung adalah MENYISIHKAN DI AWAL, BUKAN MENYISAKAN DI AKHIR. Karena kalo prinsipnya menyisakan di akhir, iya kalo ada sisa, kalo gak ada sisa akhirnya kita gak nabung. dan jangan heran kalo tabungan sewaktu-waktu bisa saja ludes dan tak bersisa diambil untuk keperluan yang kadang tidak kita butuhkan, hehe….  :)   ayo ngaku.. bener kan?
Itulah adanya profesi perencana keuangan, tugas perencana keuangan. Tugas perencana keuangan selain memandu pengelolaan klien, juga mengawasi langkah-langkah keuangan yang telah direkomendasikan apa sudah on the track atau tidak. Sebenarnya kita bisa saja mengelola keuangan kita sendiri, tapi tanpa niat yang kuat dan tindakan yang tepat bukan tidak mungkin kita menjadi salah dalam pengelolaan dan gagal mencapai impian kita.
4 Punya Properti Sendiri
Sadar nggak sih, kalo liat harga rumah saat ini sudah mahal-mahal? Katanya kalo mau beli properti kalo gak dipaksain beli sekarang, ya gak mungkin kebelilah… Kalo mesti nabung dulu dengan bunga 2% per tahun, waduh mau tunggu berapa tahun biar kebeli, kayanya malah gak mungkin kebeli.